Cara Aman Menambahkan Aplikasi Lain di Server Feeder Linux

ByYusuf Ayuba

Cara Aman Menambahkan Aplikasi Lain di Server Feeder Linux

Feeder Linux memberikan keuntungan yang sangat besar bagi Perguruan Tinggi (PT), khususnya PT kecil yang memiliki anggaran kecil pula. Saya katakan keuntungan besar dikarenakan dengan anggaran yang kecil, PT bisa memperoleh server linux multifungsi yang bisa digunakan sebagai server Feeder dan sekaligus server hosting untuk aplikasi-aplikasi lain.

Namun untuk mendapatkan semua fitur tersebut, kita harus melakukan beberapa konfigurasi di server Feeder. Konfigurasi tersebut tentunya tidak bisa dibuat asal-asalan, konfigurasi yang dibuat haruslah aman terhadap aplikasi Feeder, tidak boleh merubah konfigurasi yang berhubungan dengan aplikasi Feeder, yang dilakukan adalah membuat konfigurasi baru, mengisolasi aplikasi feeder dari aplikasi-aplikasi lain, dengan harapan, cara ini dapat menghindarkan kita dari error-error di Feeder dikemudian hari.

Sebelum kita lanjut, berikut skenario yang akan dibuat di server Feeder linux kita, yaitu sebagai berikut:

  1. Membuat user baru beserta home direktori dan folder public_html user. Folder public_html akan digunakan untuk menyimpan file-file applikasi web kita.
  2. Mendaftarkan subdomain ke dalam file /etc/hosts
  3. Membuat virtualhost baru untuk subdomain
  4. Mendaftarkan settingan direktori baru ke dalam file /etc/apache2/apache2.conf
  5. Mendaftarkan subdomain melalui Domain Panel ataupun cPanel hosting
  6. Testing server

Setelah mengetahui skenarionya, sekarang marilah action. Ikuti langkah-langkah berikut:

1. Buatlah user baru dengan perintah sebagai berikut

useradd -s /bin/bash -d /home/myuser/ -m myuser
passwd myuser

Silahkan ganti myuser dengan user yang anda inginkan.

  • -s /bin/bash – mengaktifkan /bin/bash sebagai login shell default bagi user tersebut.
  • -d /home/myuser/ – menetapkan /home/myuser/ sebagai direktori home untuk user tersebut
  • -m myuser – membuat direktori home user.

Setelah itu, buatlah folder public_html didalam home direktori user tersebut, sehingga strukturnya menjadi /home/myuser/public_html. Jangan lupa merubah permission untuk folder public_html tersebut.

mkdir /home/myuser/public_html
chown -R myuser:myuser /home/myuser/public_html

Untuk memastikan, silahkan dicek kembali folder yang telah dibuat tersebut beserta permission direktorinya.

ls /home/myuser -l

Sampai disini, kita sudah bisa menggunakan user baru tersebut untuk login ke server kita.

2. Edit file /etc/hosts dan tambahkan baris baru yang berisikan subdomain kita. Dalam contoh ini saya tambahkan subdomain dictionary.akper-luwuk.ac.id. Silahkan disesuaikan dengan subdomain yang diinginkan.

nano /etc/hosts

3. Buat virtualhost baru untuk subdomain kita, lalu isikan seperti dibawah ini. Jangan lupa nama file dan subdomain disesuaikan dengan subdomain masing-masing

nano /etc/apache2/sites-available/dictionary.akper-luwuk.ac.id.conf
<VirtualHost *:8082>
    ServerName dictionary.akper-luwuk.ac.id
    ServerAdmin yusuf@dutainformasi.net
    DocumentRoot /home/myuser/public_html
        <Directory /home/myuser/public_html>
             Options -Indexes +FollowSymLinks +MultiViews
             AllowOverride All
             Require all granted
        </Directory>
    ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/dictionary-error.log
    CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/dictionary-access.log combined
</VirtualHost>

Dalam file virtualhost diatas, port yang saya gunakan adalah port standar dari PDDIKTI Feeder yaitu 8082. Silahkan sesuaikan ServerName, ServerAdmin, DocumentRoot dan Diretory dengan settingan masing-masing. Setelah selesai membuat virtualhost baru, aktifkan konfigurasi tersebut dan dilajutkan me-reload apache

a2ensite dictionary.akper-luwuk.ac.id.conf
service apache2 reload

4. Langkah berikutnya adalah menambahkan settingan direktori baru ke folder /etc/apache2/apache2.conf

nano /etc/apache2/apache2.conf
<Directory /home/myuser/public_html/>
        Options Indexes FollowSymLinks
        AllowOverride All
        Require all granted
</Directory>

Restart kembali apache server.

service apache2 restart

Sampai langkah ke-empat ini, server Feeder linux kita sudah siap untuk meng-hosting aplikasi-aplikasi web kita.

5. Sebagai langkah terakhir, buatlah record A di domain panel ataupun hosting panel dari website kita. Silahkan login ke panel hosting masing-masing

6. Testing server. Untuk melakukan testing terhadap konfigurasi yang telah kita buat diatas, kita bisa membuat file baru (*.php) difolder /home/myuser/public_html ataupun mengupload file-file aplikasi web kita ke folder tersebut. Dalam contoh ini, saya membuat file baru bernama test.php yang isinya adalah informasi versi PHP (asumsinya, kita login ke server menggunakan akun yang telah dibuat seperti pada langkah pertama diatas).

 nano public_html/test.php
<?php echo phpinfo(); ?>

Untuk menjalankannya, ketikkan url http://subdomain:8082/test.php. Jika langkah-langkah diatas diikuti dengan benar, seharusnya akan terbuka informasi tentang settingan PHP dan Apache dari server Feeder kita

Dengan munculnya informasi tentang PHP seperti gambar diatas, maka server Feeder linux kita sudah siap untuk meng-hosting aplikas-aplikasi web kita.

Untuk settingan lebih lanjut, silahkan ikuti artikel ini Konfigurasi NGINX sebagai Reverse Proxy Apache Feeder Linux dan Install Sertifikat TLS/SSL untuk Feeder Linux menggunakan Let’s Encrypt

Sekian artikel singkat ini, semoga bermanfaat(*)

Referensi:

About the author

Yusuf Ayuba administrator

Leave a Reply

%d bloggers like this: